Categories
Umum

Trending Topic – Pasar Menengan Ke Bawah Yang Diperebutkan LG dan Samsung

Trending Topic – Pasar Menengan Ke Bawah Yang Diperebutkan LG dan Samsung

Mengapa mereka berebut pasar mid to low Hal ini adalah akibat turunnya penjualan smartphone kelas high end hampir di seluruh pabrikan. Samsung saja harus terengahengah menjual Galaxy S5 yang ternyata tak sesukses Galaxy S3 ataupun S4. Bahkan penjualan tablet pun tak mampu memberi kontribusi mencapai target. Robert M. Yi, Senior VP Samsung untuk relasi investor menyatakan penjualan tablet buruk di saat permintaan sedang buruk pula. Pengaruh manufaktur Tiongkok pun dianggap amat kuat menjadi badai. “Sekarang telah datang kompetitor dari pabrikan Tiongkok, mereka memangkas biaya, dan menghasilkan perangkat yang lebih efektif. Mereka telah memakan ‘makan siang’ Samsung,” ujar Jan Dawson, peneliti dari Jackdaw Research.

Sumber : Gigapurbalingga

Di awal tahun, LG sudah mengendus akan perpindahan konsentrasi pasar. Hasilnya, ketika berlangsung MWC 2014, dengan terang merilis tiga seri L. “Benar bahwa terjadi peningkatan penetrasi smartphone di Eropa dan Amerika Utara mencapai 50 persen, tetapi pusat gravitasi pasar global telah berpindah ke negara berkembang,” tandas Yoon Boo-hyun, eksekutif LG Mobile Communication Division. Bahkan Boo-hyun dengan “pede” bilang, “Kami akan meningkatkan penjualan dengan memperkuat barisan smartphone 3G entry level dan mid-range, karena segmen ini yang akan memimpin pasar.” Dengan keteguhan rencana ini, secara statistik, peraihan LG lebih baik ketimbang Samsung. Paling tidak dapat menjaga marketshare tanpa harus turun.

LG tetap di angka 5 persen, sementara Samsung turun dari 33 persen ke 25 persen. Dan, bukti dari ucapan memperkuat “entry level” itu adalah dirilisnya tiga seri L50, L30 dan L20. Namun cara seperti ini juga sangat fragile. Sebab, pabrikan Tiongkok dan India bisa melakukan lebih banyak kelebihan di kisaran bawah sejuta. Artinya jurus LG bisa jadi dilema. Apalagi kemudian preferensi konsumen terhadap brand-brand Tiongkok khususnya papan atas seperti Lenovo, Huawei, Xiaomi, Oppo kian membaik. Di India, MicroMax juga mengendapendap bikin produk sekelas Xiaomi yang berharga miring.

Bahkan, Lee Do-hoon, analis dari CIMB meragukan jika LG atau Samsung bergerak ke pasar mid-to low end. Jadi, jurus yang paling tepat rasanya adalah membuat produk high end yang berharga terjangkau. Sementara ini, harga yang ditawarkan oleh Samsung dianggap banyak pengamat terlalu mahal. Berapa kisaran terjangkaunya “Kalo ada produk sekelas HTC M8 (maksudnya HTC One M8, RED) seharga 3 jutaan, gue langsung ambil,” ujar Bagus, konsumen yang mengaku budget-nya di angka tersebut. Faktanya ada, meski bukan Samsung atau LG. Yaitu Xiaomi Mi3 (review-nya baca SINYAL edisi 204 lalu). Belum lagi jika brand One Plus One masuk, wiihhh…. Makin blunder saja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *