Categories
Resep

Berjualan Nasi Goreng Beserta Bumbunya Bagian Kedua

Lanjut kebagian kedua, Ia rajin memperkenalkan bumbu nasi bumbu, ia juga memperkenalkan nasi gorengnya. Kesannya seperti beradu produk. Kenyataannya, menurut Purnomo, konsumen justru membeli bumbunya setelah menyantap nasi goreng buatannya. Untuk meluaskan jaringan pemasarannya, setiap hari Minggu pagi, mulai pukul 05.00 subuh.

Purnomo memasarkan bumbu nasi gorengnya di acara Car Free Day di kawasan belakang Sarinah Thamrin. Lokasinya pun tidak permanen. Kalau di awal usaha, Purnomo hanya menawari para tetangga yang kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan pekerja kantoran, sekarang ia mengikuti tren media sosial yang berkembang saat ini. Purnomo rajin mempromosikan bumbu nasi gorengnya di Facebook, Twiter hingga Kaskus.

Melalui media sosial, penjualan bumbu nasi goreng ini mampu menggapai pembeli yang berasal dari luar kota. Kelebihan bumbu nasi goreng ini, menurut Purnomo, selain praktis, juga sangat mudah dibuat.

Baca Juga: Jualan nasi Goreng Berserta Bumbunya

Cukup ceplok telur, masukkan nasi, dan bumbu satu sendok makan, aduk-aduk, maka tersajilah nasi goreng yang lezat. Orang yang tak bisa memasak pun bisa membuat nasi goreng lezat bermodal bumbu buatan Purnomo. Bahkan untuk mereka yang mau berjualan, bumbu buatan Purnomo akan menghasilkan nasi goreng yang konsisten rasanya.

Jatuh Bangun Usaha Bumbu yang laku tampaknya tak pernah mengusik kelarisan nasi gorengnya. Pembelinya tetap datang memenuhi garasi rumahnya, tempat Purnomo berjualan nasi goreng, setiap pukul 06.00 sore hingga pukul 10 malam.

“Jika sedang ramai, sebelum jam tutup nasi sudah ludes,” ungkap Mas Pur, sapaan akrab para pelanggannya. Beda dengan bumbu, di kedainya tersedia lebih banyak pilihan.

Mau cari nasi goreng telur, ayam, teri, sosis, bakso, atau ikan asin jambal, tersedia di sini. Semua dipatok dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu. Usaha yang sukses saat ini tidak datang tiba-tiba.

Purnomo jatuh bangun merintis usaha makanan sejak lama. Sebelum dikenal sebagai penjual bumbu nasi goreng, Purnomo sudah pernah menjajal nasibnya dalam berbagai usaha. Selepas meninggalkan kota Yogyakarta, mantan aktivis LSM lulusan Fakultas Kehutanan UGM ini, memang berniat membuka usaha sendiri.

Purnomo memulai usaha makanannya Tahun 2010. Ia berjualan rolade ayam dengan cara dititipkan pada pedagang sayur hingga usaha kering kentang dan tahu bakso. Kemahirannya memasak diturunkan dari sang ibu dan bibinya. Ketika beralih ke usaha nasi goreng, ia menjajalnya di kota Solo, tepatnya di garasi rumah.

Usaha nasi goreng dimulai tanpa anak dan keluarganya akhirnya mencetuskan keinginannya merintis usaha nasi goreng. Ia banyak pelanggannya yang berasal dari kalangan ibu-ibu membeli dan memesan bumbunya saja.

“Wah, ide cerdas, nih, pikir saya. Saya langsung menjual racikan bumbunya,” kisahnya. Formula racikan bumbu nasi goreng yang enak baru ditemukan setelah bereksperimen 3 bulan. Saat itu Purnomo hanya mengemasnya secara sederhana saja dengan menggunakan plastik dan tanpa merek. Tak lama kemudian seorang teman yang mengetahui langkah usahanya mengajaknya mengikuti sebuah pameran. Di pameran tersebut ia berhasil menjual hingga 300 porsi nasi goreng selama 3 hari. “Saya pun jadi semakin bersemangat merintis usaha nasi goreng berikut bumbunya,” tutur Purnomo.

Bumbu nasi goreng ini dibuat tanpa pengawet sehingga harus disimpan dalam kulkas. Minyak dan garam sudah mengawetkan alami bumbu matang ini asalkan disimpan tertutup. Purnomo pun sudah memiliki pelanggan tetap dari berbagai kota. Dibantu sang ibu dan adiknya, setiap minggu ia harus mengirim pesanan bumbu nasi goreng ke Jawa Tengah.

Ia juga memiliki reseller. Begitulah, usaha sederhana nasi goreng, plus racikan bumbunya pun bisa menjadi besar dengan strategi gorengnya di berbagai pemasaran yang jitu. acara pameran. Khusus pameran, sambil berjualan sengaja.

Awalnya Purnomo rajin membuat bekal untuk anak-anaknya. Salah satu menunya adalah nasi goreng. Pujian dari pun lantas mencoba berjualan nasi goreng untuk kalangan anak kos di kota kelahiran Jokowi ini. Lama- lama

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *